Jikakita ingin memulai sebuah bisnis pikirkan jangka panjang, dan jangan hanya jangka pendek, karena membangun sebuah kerajaan bisnis pasti dan akan selalu membutuhkan sebuah proses dan pembelajaran, oleh karena itu jangan pernah berpikir untuk jangka pendek saja! tapi pikirkan bagaimana untuk jangka panjang dan masa depan anda! sekilas memang
Jikadilihat dari permasalahan tersebut, dapat dipastikan bisnis kuliner ini merupakan bisnis yang menjanjikan dari tahun ke tahun. Banyak di kalangan pengusaha termasuk anda sendiri ingin memulai usaha kuliner ini. Akan tetapi di samping hal tersebut, bisnis kuliner ini juga memiliki keuntungan dan juga kekurangan yang di dapat.
qWvhsg. Mendirikan dan menjalankan bisnis bukan hal yang mudah. Tanpa disadari, ada faktor yang kamu lakukan sehingga memicu kegagalan dalam wirausaha. Kamu perlu memahami faktor-faktor yang bisa membuat sebuah bisnis gagal sehingga tidak mengulang kesalahan yang sama. Kegagalan memang bukan hal yang buruk, kamu bahkan bisa menjadikannya pengalaman. Namun, hal terpenting adalah mengetahui faktor kegagalan itu agar bisa dihindari. Akan lebih baik jika tidak ada kegagalan yang berisiko pada kelangsungan usaha sehingga bisnis berlangsung lancar. Faktor Kegagalan Wirausaha yang Perlu Diantisipasi Saat baru memulai, mungkin kamu juga merasa khawatir dengan adanya kata-kata kegagalan dalam usaha. Namun, hal itu tidak seharusnya membuat kamu ragu untuk berbisnis. Berikut ini faktor-faktor yang memicu kegagalan dalam wirausaha yang perlu dihindari agar usaha tetap lancar. 1. Tidak memiliki manajemen yang baik Ketika kamu masih menjadi karyawan, mungkin terasa bahwa berdagang adalah hal mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja. Mengatur perusahaan cukup sulit, apalagi bagi orang yang tidak memiliki kemampuan manajerial yang baik. Saat memulai wirausaha, baik besar atau pun kecil, perlu ketelitian, konsistensi, dan manajemen waktu yang baik. Kalau kamu membuka bisnis tidak konsisten dan produk yang dijual tidak selalu tersedia, bukan tidak mungkin usaha yang sudah dirintis berujung kegagalan. Baca juga Contoh Bisnis Plan Makanan yang Bantu Usaha Lebih Sukses 2. Tidak berkembang dalam perencanaan keuangan Tujuan membuka bisnis adalah mendapatkan untung dari produk dan jasa yang dijual. Bila kamu tidak memiliki kemampuan perencanaan keuangan yang baik, bisnis yang kamu jalankan bisa gagal. Selama membuka bisnis, kamu perlu belajar mengelola keuangan, seperti pendapatan dan pengeluaran. Kamu juga perlu menjaga pengeluaran tidak lebih besar dari pengeluaran karena ini menjadi faktor kegagalan dalam wirausaha. Bila kamu tidak memiliki perencanaan keuangan yang matang dan cenderung berantakan, bisa membuat bisnis rugi bahkan bangkrut. Tentu kamu tidak ingin hal buruk ini terjadi, kan? 3. Tidak menjual produk sesuai target pasar Sebelum memutuskan untuk membuka bisnis, kamu sangat perlu melakukan survei tentang barang yang akan dijual. Sebagai contoh, ingin membuka bisnis stiker, kamu harus tahu siapa saja yang bakal membeli stiker. Selain itu, kamu juga perlu riset gambar apa saja yang disukai oleh target pasar dari stiker yang dijual. Apakah gambar tokoh kartun, film, musik, atau bentuk makanan. Tidak perlu melakukan survei besar, kamu bisa melakukan survei kecil-kecilan lewat akun media sosial pribadi tentang kebutuhan pasar. Apa saja yang mereka inginkan dan tanyakan pendapat tentang bisnis yang akan kamu lakukan. Bila tidak melakukan survei kecil-kecilan, barang dagangan kamu akan terbuang sia-sia tanpa ada yang membelinya. Maka dari itu, tidak menjual produk sesuai target pasar bisa menjadi faktor kegagalan seseorang dalam menjalani wirausaha. Baca juga Contoh Bisnis Plan Lengkap untuk Mulai Menjalankan Usaha 4. Tidak melakukan inovasi Pada satu titik, kamu pasti pernah merasa nyaman dengan bisnis yang dijalankan. Semua berjalan mulus, tidak ada masalah distribusi, target pasar, modal, sampai keuntungan. Namun, jangan terlena karena dunia bisnis mudah berubah. Kalau kamu tidak melakukan inovasi terbaru, bukan tidak mungkin bisnis bisa kalah dari pesaing yang lebih pintar dalam mengikuti tren pasar. Meski terkesan terlalu ikut-ikutan, tidak ada salahnya untuk riding the wave agar bisnis kamu mendapat pasar baru. Inovasi produk menjadi salah satu bagian dalam mengembangkan usaha kamu, bukan hal yang menghabiskan dana. Kamu bersama tim bisa mendiskusikan inovasi yang sesuai dengan visi misi bisnis, sehingga tidak terjerumus dalam faktor kegagalan wirausaha. Baca juga 10 Ide Jualan di Rumah yang Laris Hanya dengan Modal Kecil 5. Kurang telaten terhadap peralatan Saat membuka bisnis, kamu akan membeli peralatan penunjang usaha, seperti laptop dan mesin pencetak struk belanja. Kalau kamu membuka bisnis kedai kopi, tentu membutuhkan coffee maker dan segala printilan untuk membuat kopi. Membeli peralatan penunjang usaha harus dibarengi dengan perawatannya, sehingga bisnis bisa berjalan lancar tanpa kendala teknis. Masalah teknis yang terkesan sepele seperti laptop rusak dan data hilang juga bisa jadi faktor kegagalan dalam wirausaha, terutama jika berlangsung lebih dari satu kali. 6. Memilih lokasi yang kurang strategis Kalau kamu membuka bisnis atau tempat usaha secara fisik, memilih lokasi yang strategis adalah hal sangat penting. Usaha kamu tidak akan berjalan dengan baik bila salam memilih lokasi dan tidak sesuai target pasar. Ambil contoh, membuka bisnis alat tulis kantor dan fotokopi. Lokasi yang paling bagus adalah dekat sekolah dan perkantoran. Kalau kamu membuka bisnis fotokopi di tempat yang jauh dari keramaian, anak sekolah, dan perkantoran, jelas akan sia-sia. Meski orang sedang butuh produk dan jasa yang kamu jual, lokasi bisnis terlalu jauh dari target pasar adalah faktor kegagalan usaha yang perlu kamu hindari. Ini juga berlaku untuk kamu yang berjualan online terutama jasa pengiriman barang jauh dari tempat tinggal. 7. Tidak konsisten dan serius Butuh keseriusan dan konsistensi dalam berbisnis, sehingga kamu tidak bisa mengandalkan mood dalam menjual produk dan jasa. Kalau tidak konsisten dan kurang serius dalam menjalani bisnis, kamu akan sulit menentukan skala prioritas dalam manajemen waktu. Sebagai contoh, kamu masih bekerja dan menyambi dengan bual mainan anak, tetapi tidak serius dan konsisten dalam berdagang. Secara tidak langsung, kamu akan menyalahkan pekerjaan yang sedang dijalani karena bingung dengan skala prioritas. Padahal, kalau menelusuri lebih jauh, kamu bisa menjalankan bisnis sambil bekerja asalkan keduanya berjalan dengan keseriusan tinggi. Baca Juga 5 Supplier Terbaik untuk Bisnis Dropship 8. Ragu dalam mengambil risiko Bisnis adalah sesuatu yang penuh risiko, kamu bisa untung secara cepat tetapi hari berikutnya hasil dapat berbeda. Saat ingin berinovasi, kamu bisa merasa ragu karena bisnis sedang dalam keadaan stabil. Padahal, inovasi dalam usaha adalah hal yang penting. Hal-hal yang berisiko memang menjebak, hasilnya bisa sangat bagus atau buruk sekali. Bila ingin mencoba, buat daftar hal-hal yang kurang berisiko sampai paling berisiko. Kamu bisa memilih dari yang risikonya rendah sebagai percobaan. 9. Sulit memenuhi keinginan konsumen Pernah merasa sulit memenuhi keinginan konsumen terhadap produk? Bila dibiarkan, ini bisa menjadi faktor kegagalan dalam wirausaha. Pasalnya, kebutuhan konsumen bisa menjadi masukan bagi kemajuan usaha. Menjadi idealis adalah hal ideal, tetapi bisnis tidak akan jalan tanpa pasar dan konsumen. Maka dari itu, kamu tetap perlu mendengarkan pendapat dan masukan dari pembeli agar bisa menyediakan yang mereka butuhkan. Tidak perlu melakukan semua masukan dari konsumen. Kamu bisa sesuaikan masukan dan keinginan konsumen dengan visi misi bisnis agar tidak terlalu bertabrakan dan mengganggu stabilitas usaha. 10. Tidak belajar dan sering dengar kata-kata kegagalan dalam usaha Sebagai manusia, kamu tidak akan berhenti belajar termasuk saat berbisnis. Faktor kegagalan dalam wirausaha adalah pebisnis yang tidak mau belajar dari orang lain atau salah pilih guru. Padahal, kamu bisa mendapatkan ilmu baru dari pebisnis lain untuk memajukan usaha. Kamu perlu memilih guru atau mentor yang tepat dan memiliki visi misi sejalan sebagai pebisnis agar usaha lebih maju. Jangan takut dengan kata gagal jika sudah mempersiapkan antisipasinya. Dengan begitu, usaha yang dijalani akan terus berkembang dengan baik. Baca juga 20 Contoh Usaha Kreatif dan Inovatif untuk Bisnis Pemula Kamu perlu menghindari faktor kegagalan wirausaha agar bisnis tetap lancar. Beberapa faktor mungkin tetap sulit terhindarkan, tapi tetap layak dicoba agar usaha berjalan dengan baik. Berbagai jenis wirausaha juga bisa dilakukan untuk dapat memulai seperti menjadi agen Mitra Bukalapak. Kamu bisa mencoba kesempatan untuk jadi agen grosir, agen travel, agen PPOB, atau agen ekspedisi sebagai langkah awal. Waspadai faktor-faktor yang dapat merugikan bisnismu dan pelajari cara penanganannya agar bisnis tetap bisa dipertahankan, ya!
Jakarta - Sebuah bisnis yang baru saja didirikan biasanya sangat rentan gagal, terutama di satu sampai tiga tahun pertama. Bahkan, menurut Small Business Association SBA sebanyak 30% dari bisnis baru gagal mencapai tahun 50% gagal mencapai tahun kelima, dan 66% tidak berhasil beroperasi sampai tahun kesepuluh. Hasil studi mereka juga menunjukkan hanya 25% bisnis yang berhasil bertahan sampai lebih dari lima belas demikian, tidak seharusnya sebuah bisnis gagal begitu saja. Dengan rencana, pendanaan dan fleksibilitas yang tepat, sebuah bisnis punya kesempatan sukses yang lebih besar. Untuk itu sebaiknya Anda tahu enam kesalahan yang bisa menghancurkan sebuah bisnis, seperti dikutip dari Financial Edge, Senin 9/1/2012 1. Tidak melakukan riset pasarMisalnya Anda berniat membuka sebuah perusahaan es krim, semua modal sudah disiapkan dan niatan Anda sudah bulat. Tapi Anda tidak bisa melihat kenyataan bahwa sekarang ini musim hujan, saat orang membutuhkan makanan yang hangat dan bukan sebaliknya. Selain itu, dengan banyaknya merek-merek es krim di luar sana, kompetisi anda menjadi semakin seperti inilah yang membuat anda kalah sebelum bertanding. Anda harus bisa mencari apa yang dibutuhkan oleh pasar, bukan memaksa produk anda masuk ke pasar. Akan lebih mudah menyediakan sesuatu yang dibutuhkan daripada harus membuat sesuatu yang baru dan memaksa orang mengeluarkan uang untuk Rencana bisnis yang kurang matangSebuah rencana yang solid dan realistis sangatlah mutlak dibutuhkan sebuah bisnis. Dalam rencana itu, anda harus memuat target yang masuk akal, bagaimana mencapai target tersebut, prediksi masalah yang akan menghadang, serta bagaiman menyelesaikan masalah mencapai target tersebut, anda harus banyak melakukan riset dan survey. Rencana tersebut juga harus memuat biaya yang diperlukan untuk bisnis serta strategi dan jadwal operasional. Anda harus jalankan seluruh rencana dengan anda mencoba melenceng dari rencana awal, misalnya menambah pengeluaran atau mengganti strategi, anda bisa berujung pada kegagalan. Kecualai jika anda menemukan masalah yang diprediksi bisa membunuh bisnis anda, jika tidak, tetaplah pada rencana juga harus bisa cepat mengubah keputusan, jika ada masalah segera cari solusinya, jika pengeluaran membengkan segera berhemat. Semakin banyak masalah akan semakkin tinggi potensi gagalnya bisnis Tidak punya akses tambahan modalJika anda baru saja membuka usaha dan ternyata tidak berjalan dengan baik, apalagi modal seret dan bisnisnya sudah diambang kematian, anda berada dalam posisi yang tidak bagus untuk mencari mencegah hal itu terjadi, dari awal anda harus realistis, gunakan modal yang ada untuk bisa mencapai target yang sudah ditentukan sehingga membuat arus kas anda terus mengalir. Terlalu banyak memikirkan pinjaman untuk modal dalam membuka bisnis bukanlah awal yang Lokasi yang buruk, tidak eksis di internet dan kurang penjualan promosiLokasi yang buruk sudah barang tentu menjadi faktor negatif bagi bisnis, terutama yang mengandalkan pelanggan para pejalan kaki. Tapi, saat ini ada yang lebih penting, yaitu eksistensi di dunia maya. Eksistensi bisnis anda di internet dan jejaring sosial sama pentingnya dengan lokasi asli di dunia begitu, pelanggan akan mengetahui bisnis anda dengan cepat sehingga lebih mudah mendapatkan pelanggan yang benar-benar butuh akan bisnis anda. Langkah selanjutnya adalah mulai melayani ini mirip dengan promosi penjualan. Tak hanya harus anda pastikan promosi ini sampai ke pelanggan, tapi juga harus pelanggan yang tepat. Pastikan promosi penjualan anda lakukan kepada orang yang berminat pada bisnis orang lain tak hanya menyukai bisnis anda, tetapi membutuhkan dan menginginkan bisnis anda tersebut. Dengan demikian, anda akan membentuk barisan pelanggan yang Terlena dengan kesuksesanSetelah anda merumuskan rencana, menjalankan bisnis dan mendapatkan basis pelanggan, jangan terlalu puas dengan hasilnya. Bisa jadi ini belum waktunya untuk merasa puas. Terus pantau situasi pasar dan cari tahu apakah anda harus mengubah rencana bisnis anda. Berada di posisi paling dibutuhkan membuat anda punya banyak waktu untuk mempertahankan strategi sehingga bisa tetap sukses. Jangan sampai merasa puas jika anda belum bisa mengubah dunia, seperti layaknya industri musik atau film Terlalu cepat berekspansiJika bisnis anda sudah mulai berjalan dengan baik dan menuju ke arah sukses, saatnya berekspansi. Tapi, cara anda memperluas bisnis harus sama seperti membangun bisnis tersebut dari awal. Jangan gegabah dan terlalu percaya diri dalam membuka cabang untuk bisnis anda menemukan pasar dan daerah yang tepat untuk berekspansi. Jika anda berencana mendiversifikasi produk, jangan sampai melenceng dari lini bisnis awal, atau anda akan terjebak dalam membentuk sebuah bisnis baru seperti mulai dari awal sebuah bisnis berkembang terlalu cepat dan tidak mengikuti beberapa poin di atas, seperti riset pasar, strategi dan rencana bisnis yang baik, maka bisnis tersebut bisa cepat rata-rata bisnis baru, biasanya usaha kecil dan menengah, jarang bertahan lama bukan berarti bisnis anda akan gagal begitu saja. Melalui perencanaan dan fleksibilitas, anda bisa menghindari kesalahan-kesalahan di atas dan menjadi bagian dari 25% yang berhasil bertahan lebih dair 15 tahun berbisnis. ang/qom
JAKARTA - Mengutip laporan Administasi Bisnis Kecil AS, hampir 50% bisnis kecil tidak akan sempat merayakan lima tahun usahanya sepertiga dari seluruh bisnis kecil yang mampu beroperasi hingga 10 tahun sementara ada 20% dari bisnis kecil yang bahkan tidak dapat melewati tahun bisnis bukanlah akhir dari kisah bisnis Anda. Setiap pengusaha perlu menemukan cara untuk berurusan dengan penutupan bisnis tanpa ditentukan kegagalan sebelumnya adalah satu-satunya cara untuk maju dan memulai tantangan adalah beberapa kiat praktis dari pengusaha dan pakar bisnis yang mengetahui satu atau dua hal tentang perjuangan bangkit dari kegagalan, seperti dilansir melalui Business News Daily. 1. Terima keadaan dan tenangkan pikiranKegagalan bisa terjadi pada siapa saja, jadi jangan terlalu keras pada diri setiap orang untuk menerima keadaan hingga dapat berpikir tenang dimulai dengan meluangkan waktu untuk meratapi kerugian dan menemukan kembali diri Anda tanpa bisnis sebagai bagian dari identitas Anda."Menerima kegagalan itu, dari diri sendiri, sulit, dan kadang-kadang lebih mudah untuk disangkal daripada menerima bahwa usaha di mana Anda tempatkan hati, jiwa, darah, dan keringat tidak akan membuahkan hasil," kata Nitin Seth, CEO dari Incedo, yang menghadapi kegagalan bisnisnya sendiri di awal karirnya ketika dia harus menutup perusahaan internet kesehatan dan gaya ada alasan untuk percaya bahwa karena usaha terbaru Anda tidak berakhir seperti yang Anda bayangkan, ide cemerlang Anda berikutnya tidak akan menjadi pendorong Anda menuju EvaluasiSangatlah penting untuk jujur pada diri sendiri dan bertanggung jawab atas tindakan dan pilihan Anda sambil menganalisis apa yang terjadi pada bisnis Anda dan mendokumentasikan keberhasilan dan kesalahan."Jika Anda membuat alasan, itu hanya menghentikan pembelajaran dan memperpanjang rasa sakit," kata Tom Scarda, seorang pembicara, pakar waralaba, dan penulis yang memiliki bisnis yang sangat menguntungkan dan bisnis yang Anda tahu persis apa yang salah, beri izin pada diri Anda untuk melepaskan dan dari kegagalan, tinggalkan rasa bersalah dan bergerak Cari Tahu Kondisi Keuangan AndaUang sering kali merupakan topik sensitif bahkan dalam situasi terbaik, tetapi ketika kreditor menelepon dan Anda tidak tahu dari mana gaji Anda berikutnya akan datang, uang mungkin satu-satunya hal di pikiran yang telah melalui situasi ini merekomendasikan untuk menjangkau jaringan profesional dan pribadi Anda untuk mencari pekerjaan. Bekerja untuk orang lain untuk sementara waktu sebelum terjun ke usaha bisnis Anda selanjutnya mungkin dapat Anda memiliki kinerja yang stabil, Anda akan dapat memperoleh penghasilan, membayar hutang dan meluangkan waktu untuk mencari tahu langkah selanjutnya. Dalam beberapa kasus, apa yang dimulai sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan dapat menuntun Anda ke ide besar Bangun jaringan pendukungKetika kita dikelilingi dengan orang-orang yang benar-benar peduli dengan kesejahteraan Anda dapat membantu untuk bangkit kembali dan melanjutkan hidup."Hargai nilai hubungan dan bangunlah saat Anda membutuhkannya," kata Seth, teman-teman dan keluarga, yang dapat memberikan dukungan, menawarkan saran yang tidak memihak, mendukung kesuksesan Anda, dan memberikan umpan balik yang jujur, membuat Anda lebih mawas diri dalam menghadapi seperti lingkaran teman dan keluarga yang ketat membantu memusatkan kehidupan pribadi Anda, jaringan solid sumber daya bisnis, mentor, dan sesama pengusaha dapat membantu mengembalikan kehidupan profesional Anda ketika Anda siap untuk memulai lagi."Anda akan menemukan diri Anda kehilangan fokus jika Anda mencoba untuk melakukannya sendiri. Mulai dari awal, saya memastikan untuk terhubung dengan pengusaha lain [dan] bergabung dengan organisasi profesional," kata Keisha A. Rivers, pendiri dan kepala fasilitator KARS Temukan kembali Jati Diri AndaKetika siap memasuki bab selanjutnya dalam hidup Anda, buatlah roadmap tentang bagaimana Anda visi baru terealisasi, dan tetapkan tujuan yang terukur serta kerangka waktu untuk sebagian orang, memulai ulang dapat berarti memasuki kembali tenaga kerja di industri yang sudah dikenal, sementara yang lain akan mengejar profesi yang sama sekali bagi mereka yang tidak bisa menghilangkan nilai-nilai kewirausahaan, mereka mungkin akan memulai bisnis orang-orang ini, disarankan untuk belajar dari kesalahan masa lalu sebelum terjun ke bisnis pada akhirnya, tidak peduli seberapa baik Anda mempersiapkan, memulai kembali sering melibatkan mengambil keputusan yang itu berarti mengambil risiko dan berharap bahwa, dalam jangka panjang, manfaatnya lebih besar daripada mengingatkan pengusaha agar tidak terhambat oleh rasa takut."Ingat, kamu akan menyesali hal-hal yang tidak kamu lakukan, bukan hal-hal yang kamu lakukan," katanya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Editor Mia Chitra Dinisari Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam